KATA
PENGANTAR
Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rabb
semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga kepada segenap keluarga dan
para sahabat beliau, serta umat Islam yang selalu berittiba kepada
sunnah-sunnah beliau.
Adapun makalah Manajemen Pengembangan ini membahas tentang Perencanaan (pleaning)
Dalam Proses Pengembangan.
Penyusun mengharapkan semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran Manajermen
Pengembangan terutama dalam pemahaman mengenai Perencanaan (pleaning) Dalam
Proses Pengembangan.
Tentu saja dalam penyusunan
makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi penyajian maupun
teknis penyusunannya. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun
senantiasa diharapkan, tentu saja agar lebih baik adanya.
Penulis
Kelompok
V
Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rabb
semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga kepada segenap keluarga dan
para sahabat beliau, serta umat Islam yang selalu berittiba kepada
sunnah-sunnah beliau.
Adapun makalah Manajemen Pengembangan ini membahas tentang Perencanaan (pleaning)
Dalam Proses Pengembangan.
Penyusun mengharapkan semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran Manajermen
Pengembangan terutama dalam pemahaman mengenai Perencanaan (pleaning) Dalam
Proses Pengembangan.
Tentu saja dalam penyusunan
makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari segi penyajian maupun
teknis penyusunannya. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun
senantiasa diharapkan, tentu saja agar lebih baik adanya.
Penulis
Kelompok
V
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN.
Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka mencapai
tujuan memerlukan perencanaan Sumber daya manusia yang efektif. Suatu
organisasi, menurut Riva’i( 2004:35) “tanpa didukung pegawai/karyawan yang
sesuai baik segi kuantitatif,kualitatif, strategi dan operasionalnya ,maka
organisasi/perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya,
mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang”. Oleh karena itu disini
diperlukan adanya langkah-langkah manajemen guna lebih menjamin bahwa organisasi
tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai jabatan, fungsi,
pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan . Perencanaan sumber daya manusia (Human
Resource Planning) merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan
sumber daya manusia organisasi dari posisi yang diinginkan di masa depan,
sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas
yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia dan manajer lini untuk
menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia.
Peramalan kebutuhan sumber daya manusiadi masa depan serta perencanaan
pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia tersebut merupakan bagian dalam
perencanaan sumber daya manusia yang meliputi pencapaian tujuan dan
implementasi program-program. Dan juga perencanaan-perencanaan tersebut tidak
akan biasa efektif tampa adanya tempat berpijak yaitu pendidikan, oleh sebab
itu selain membahas tentang manajemen SDM di Lembaga Instansi Perkantoran
makalah ini juga membahas tentang manajemen pengembangan SDM di sekolah.
1. Apa pengertian dan srategi perencanaan SDM. ?
2. Bagai mana bentuk Pengelolaan SDM di lembaga pendidikan. ?
BAB II PEMBAHASAN
Mondy & Noe (1995) mendefinisikan Perencanan SDM sebagai proses yang
secara sistematis mengkaji keadaan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa
jumlah dan kualitas dengan ketrampilan yang tepat, akan tersedia pada saat
mereka dibutuhkan”. Kemudian Eric Vetter dalam Jackson & Schuler (1990) dan
Schuler & Walker (1990) mendefinisikan Perencanaan sumber daya manusia (HR
Planning) sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya
manusia organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di
masa depan. Dari konsep tersebut, perncanaan sumber daya manusia dipandang
sebagai proses linear, dengan menggunakan data dan proses masa lalu
(short-term) sebagai pedoman perencanaan di masa depan (long-term).
Dari beberapa pengertian tadi ,maka perencanaan SDM adalah serangkaian
kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sistematis dan strategis yang
berkaitan dengan peramalan kebutuhan tenaga kerja/pegawai dimasa yang akan
datang dalam suatu organisasi (publik,bisnis ) dengan menggunakan sumber
informasi yang tepat guna penyediaan tenaga kerja dalam jumlah dan kualitas
sesuai yang dibutuhkan. Adapun dalam perencanaan tersebut memerlukan suatu
strategi yang didalamnya terdapat seperangkat proses-proses dan aktivitas yang
dilakukan bersama oleh manajer sumber daya manusia pada setiap level manajemen
untuk menyelesaikan masalah organisasi guna meningkatkan kinerja organisasi
saat ini dan masa depan serta menghasilkan keunggulan bersaing berkelanjutan.
Dengan demikian, tujuan perencanaan sumber daya manusia adalah memastikan bahwa
orang yang tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat,sehingga hal tersebut
harus disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Untuk merancang
dan mengembangkan perencanaan sumber daya manusia yang efektif menurut Manzini
(1996) untuk, terdapat tiga tipe perencanaan yang saling terkait dan merupakan
satu kesatuan sistem perencanaan tunggal. Pertama, strategic planning yang
bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan organisasi dalam lingkungan
persaingan, Kedua, operational planning, yang menunjukkandemand terhadap SDM,
dan Ketiga, human resources planning, yang digunakan untuk memprediksi kualitas
dan kuantitas kebutuhan sumber daya manusia dalam jangka pendek dan jangka
panjang yang menmggabungkan program pengembangan dan kebijaksanaan SDM.
Perencanaan sumber daya manusia dengan perencanaan strategik perlu
diintegrasikan untuk memudahkan organisasi melakukan berbagai tindakan yang
diperlukan ,manakala terjadi perubahan dan tuntutan tujuan pengintegrasian
perencanaan sumber daya manusia adalah untuk mengidentifikasi dan
menggabubungkan faktor-faktor perencanaan yang saling terkait, sistematrik, dan
konsisten. Salah satu alasan untuk mengintegrasikan perencanaan sumber daya
manusia dengan perencanaan strategik dan operasional adalah untuk
mengidentifikasi human resources gap antara demand dan supply, dalam rangka
menciptakan proses yang memprediksi demand sumber daya manusia yang muncul dari
perencanaan strategik dan operasional secara kuantitatif dibandingkan dengan
prediksi ketersediaan yang berasal dari program-program SDM. Pemenuhan
kebutuhan sumber daya manusia organisasi di masa depan ditentukan oleh kondisi
faktor lingkungan dan ketidakpastian, diserta tren pergeseran organisasi dewasa
ini. Organisasi dituntut untuk semakin mengandalkan pada speed atau kecepatan,
yaitu mengupayakan yang terbaik dan tercepat dalam memenuhi kebutuhan
tuntutan/pasar (Schuler & Walker, 1990).
a. Manfaat Pengembangan SDM di Masa Depan
Pimpinan yang secara teratur melakukan proses pengembangan strategi sumber
daya manusia pada organisasinya akan memperoleh manfaat berupa distinctive
capability (kemampuan berbeda) dalam beberapa hal dibandingkan dengan mereka
yang tidak melakukan, seperti :Yang sifatnya strategis yakni :
1. Kemampuan mendifinisikan kesempatan maupun ancaman bagi sumber daya manusia
dalam mencapai tujuan bisnis.
2. Dapat memicu pemikiran baru dalam memandang isu-isu sumber daya manusia
dengan orientasi dan mendisdik patisipan serta menyajikan perluasan perspektif.
3. Menguji komitmen manajemen terhadap tindakan yang dilakukan sehingga dapat
menciptakan proses bagi alokasi sumber daya program-program spesifik dan
aktivitas.
4. Mengembangkan “sense of urgency” dan komitmen untuk bertindak.
Kemudian yang sifatnya opersional ,perencanaan SDM dapat bermamfaat untuk
1.
Meningkatkan
pendayagunaan SDM guna memberi kontribusi terbaik.
2.
Menyelaraskan aktivitas
SDM dengan sasaran organisasi agar setiap pegawai/tenaga kerja dapat
mengotimalkan potensi dan ketrampilannya guna meningkatkan kinerja organisasi,
3.
Penghematan tenaga,biaya,
waktu yang diperlukan ,sehingga dapat meningkatkan efisiensi guna
kesejahteraanpegawai/karyawan.(Nawawi, 1997: 143)
Adapun pola yang dapat digunakan dalam penyusunan strategi sumber daya
manusia organisasi di masa depan antara lain , (Schuler & Walker,
1990) : · Manajer lini menangani aktivitas sumber daya manusia (strategik dan
manajerial), sementara administrasi sumber daya manusia ditangani oleh pimpinan
unit teknis operasional. · Manajer lini dan Biro kepegawaian/ sumber daya
manusia saling berbagi tanggung jawab dan kegiatan, dalam kontek manajer lini
sebagai pemilik dan sumber daya manusia sebagai konsultan. · Departemen sumber
daya manusia berperan dalam melatih manajer dalam praktik-praktik sumber daya
manusia dan meningkatkan kesadaran para manajer berhubungan dengan HR concerns
b. Tahapan Perencanaan SDM
Menurut Jackson dan Schuler (1990), perencanaan sumber daya manusia yang
tepat membutuhkan langkah-langkah tertentu berkaitan dengan aktivitas
perencanaan sumber daya manusia menuju organisasi modern. Langkahlangkah
tersebut meliputi :
1.
Pengumpulan dan
analisis data untuk meramalkan permintaan maupun persediaan sumber daya manusia
yang diekspektasikan bagi perencanaan bisnis masa depan.
2.
Mengembangkan tujuan
perencanaan sumber daya manusia
3.
Merancang dan
mengimplementasikan program-program yang dapat memudahkan organisasi untuk
pencapaian tujuan perencanaan sumber daya manusia
4.
Mengawasi dan
mengevaluasi program-program yang berjalan.
Keempat tahap tersebut dapat diimplementasikan pada pencapaian tujuan
jangka pendek (kurang dari satu tahun), menengah (dua sampai tiga tahun),
maupun jangka panjang (lebih dari tiga tahun). Rothwell (1995) menawarkan suatu
teknik perencanaan sumber daya manusia yang meliputi tahap :
1. investigasi baik pada lingkungan eksternal, internal, organisasional:
2. forecasting atau peramalan atas ketersediaan supply dan demand sumber daya
manusia saat ini dan masa depan;
3. perencanaan bagi rekrumen, pelatihan, promosi, dan lain-lain;
4. utilasi, yang ditujukan bagi manpower dan kemudian memberikan feedback bagi
proses awal.
Sementara itu, pendekatan yang digunakan dalam merencanakan sumber daya
manusia adalah dengan actiondriven ,yang memudahkan organisasi untuk
menfokuskan bagian tertentu dengan lebih akurat atau skill-need, daripada
melakukan perhitungan numerik dwengan angka yang besar untuk seluruh bagian
organisasi. Perencanaan sumber daya manusia umumnya dipandang sebagai ciri
penting dari tipe ideal model MSDM meski pada praktiknya tidak selalu harus
dijadikan prioritas utama. Perencanaan sumber daya manusia merupakan kondisi
penting dari “integrasi bisnis” dan “strategik,” implikasinya menjadi tidak
sama dengan “manpower planning” meski tekniknya mencakup hal yang sama.
Manpower planning menggambarkan pendekatan tradisional dalam upaya forecasting
apakah ada ketidaksesuaian antara supply dan demand tenaga kerja, serta
merencanakan penyesuaian kebijakan yang paling tepat. Integrasi antara
aspek-aspek perencanaan sumber daya manusia terhadap pengembangan bisnis
sebaiknya memastikan bahwa kebutuhan perencanaan sumber daya manusia harus
dilihat sebagai suatu tanggung jawab ini.
c. Kesenjangan
Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia
Dalam perencanaan SDM tidaklah semudah apa yang dibayangkan, kendati telah
ada perhitungan dan pertimbangan berdasarkan kecenderungan dan data yang
tersedia, tapi kemelencengan bisa saja terjadi. Hal ini wajar karena selain
adanya dinamika organisasi juga adanya perubahan faktor lingkungan , kebijakan
yang tidak diantisipasisi sebelumnya. Proses perencanaan sering tidak berjalan
sebagaimana mestinya, karena kebijakan perencanaan tidak dibuat secara detil,
sehingga terjadi kesenjangan antara kebijakan sebelumnya dengan aspek teknis
operasional secara empiris . Persoalan yang dihadapi dalam perencanaan sumber
daya manusia dalam pengembangan dan implementasinya dari strategi sumber daya
manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat permasalah (Rothwell, 1995) :
·
Pertama, perencanaan
menjadi suatu problema yang dirasa tidak bermanfaat karena adanya perubahan pada
lingkungan eksternal organisasi, meskipun nampak adanya peningkatan kebutuhan
bagi perencanaan.
·
Kedua, realitas dan
bergesernya kaleidoskop prioritas kebijakan dan strategi yang ditentukan oleh
keterlibatan interes group yang memiliki power.
·
Ketiga, kelompok
faktor-faktor yang berkaitan dengan sifat manajemen dan ketrampilan serta
kemampuan manajer yang memiliki preferensi bagi adatasi pragmatik di luar
konseptualisasi, dan rasa ketidakpercayaan terhadap teori atau perencanaan,
yang dapat disebabkan oleh kurangnya data, kurangnya pengertian manajemen lini,
dan kurangnya rencana korporasi.
·
Keempat, pendekatan
teoritik konseptual yang dilakukan dalam pengujian kematangan perencanaan
sumber daya manusia sangat idealistik dan preskriptif, di sisi lain tidak memenuhi
realita organisasi dan cara manajer mengatasi masalah-masalah spesifik.
Permasalahan tersebut merupakan sebuah resiko yang perlu adanya antisipasi
dengan menerapkan aspek fleksibilitas ,manakala terjadi kesenjangan di
lapangan. Namun sedapat mungkin manajer telah menyiapkan langkah-langkah
antisipasi secara cermat setiap perkembangan yang terjadi , karena pada
dasarnya sebuah bangunan perencanaan SDM tidak harus dibongkar secara mendasar
, jika ada kekurangan dan kelemahan ,tentu ada upaya mengatasi jalan keluar
yang terbaik. Oleh karena itu diperlukan analisis terhadap perencanaan yang
dibuat dengan menerapkan analisis SWOT.
d. Implementasi
Perencanaan SDM
Pemilihan teknik merupakan starting point dalam melaksanakan berbagai
aktivitas yang berhubungan dengan gaya manajeral, nilai dan budaya secara
keseluruhan. Beberapa teknik perencanaan sumber daya manusia (Nursanti, 2002 :
61) dapat diimplementasikan dalam proses rekrutmen dan perencanaan karir.
a. Rekrutmen Identifikasi kemungkinan ketidakcocokan antara supply dan demand
serta penyesuaian melalui rekrutmen, sebelumnya dilihat sebagai alasan
perencanaan manpower tradisional. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru
yang mempertimbangkan kombinasi kompetensi karyawan melalui pengetahuan,
keterampilan dan sikap dan pengalaman yang dimiliki. Perencanaan MSDM dapat
dijadikan petunjuk dan memberikan wawasan masa yang akan datang bagi
orang-orang yang diperlukan untuk menyampaikan produk-produk inovatif atau
pelayanan berkualitas yang difokuskan melalui strategi bisnis dalam proses
rekrutmen.
b. Perencanaan Karir Hal ini membutuhkan pengertian proses-proses yang
diintegrasikan pada karekteristik individual dan preferensi dengan implikasinya
pada : budaya organisasi, nilai dan gaya, strategi bisnis dan panduan, struktur
organisasi dan perubahan, sistem reward, penelitian dan sistem pengembangan,
serta penilaian dan sistem promosi. Beberapa organisasi dewasa ini menekankan
pada tanggung jawab individual bagi pengembangan karir masing-masing. Sistem
mentoring formal maupun informal diperkenalkan untuk membantu pencapaian
pengembangan karir. Seberapa jauh fleksibelitas dan efisiensi organisasi
ditentukan oleh kebijakan pemerintah, baik fiskal maupun pasar tenaga kerja.
c. Evaluasi Perencanaan SDM Perencana sumber daya manusia dapat digunakan
sebagai indikator kesesuaian antara supply dan demand bagi sejumlah orang-orang
yang ada dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai : perencanaan sumber
daya manusia juga berguna sebagai “early warning” organisasi terhadap implikasi
strategi bisnis bagi pengembangan sumber daya manusia dengan melakukan audit
terhadap SDM.
d. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam evaluasi perencanaan sumber daya
manusia meliputi:
1. Audit sederhana terhadap sasaran apaqkah memenuhi tujuan, kekosongan terisi,
biaya berkurang, dan sebagainya. Sedangkan tingkat audit tergantung pada tujuan
organisasi dan seberapa jauh analisis terhadap keberhasilan maupunb
penyimpangan dapat dilakukan.
2. Evaluasi sebagai bagian dari tinjauan prosedur organisasi lain sesuai standar
penggunaan :
·
Prosedur total
kualitas; perlu bagi kebutu8han pengawasan dan dapat menggambarkan atensi bagi
ketidakcukupan SDM
·
Prosedur investasi
manusia; perlu pengawasan bagi hasil pelatihan terhadap analisis kebutuhan
pelatihan bagi seluruh karyawan berbasis kontinyuitas.
·
Pendekatan analitis
bagi utilisasi sumber daya manusia dan pengawasan hasil
3. Evaluasi sebagai bagian dari audit komunikasi generalv atau survai sikap
karyawan
4. Dimasukkannya hal-hal berikut
sebagai bagian audit yang lebih luas atau tinjauan fungsi SDM:
-
Nilai tambah yang
diperoleh organisasi, misalnya dalam mengembangkan manusia atau pengurangan
perpindahan tenaga kerja.
-
Dalam pemenuhan target
departemen sumber daya manusia atau penetapan fungsi
-
Dalam pengwasan
pencapaian “equal opportunity target” dalam hal gender atau ras
-
Sebagai bagian bentuk
internal atau eksternal bench-marking komporasi dari perencanaan sumber daya
manusia yang digunakan dan outcomes dalam bagian lain di organisasi yang sama
5. Melakukan review atas penilaian individu. Dengan demikian, dapat dijelaskan
bahwa tujuan perencanaan sumber daya manusia adalh memastikan bahwa orang yang
tepat berada pada tempat dan waktu yang tepat, sehingga hal tersebut harus
disesuaikan dengan rencana organisasi secara menyeluruh. Salah satu hasil
evaluasi penerapan program jangkan panjang dapat ditujukan bagi perencanaan
program suksesi.
e. Sistem Perencanan Sumberdaya Manusia
1. Inventarisasi persediaan sumberdaya manusia
2. Forecast sumberdaya manusia
3. Menyusun rencana-rencana sumberdaya manusia
4. Pengawasan dan evaluasi[1]
Perencanaan adalah sebuah strategi bagi penentuan tindakan dimasa depan.
Perencanaan memberikan cara yang luar biasa untuk mengatasi tantangan dimasa
yang akan datang pula, baik dalam hal pemenuhan akan tenaga kerja, pemindahan
serta pelatihan. Sumber daya manusia dan personalia merupakan elemen paling
penting dalam setiap lembaga (pendidikan). Sdm dan personalia merupakan penentu
mati atau majunya sebauh lembaga. Dalam hal ini sebagai penentu untuk
merencanakan. Maka setiap lembaga tidak bisa meremehkan akan pentingnya
perencaan.
Indonesia masih mempunyai permasalahan yang cukup pelik untuk pemberdayaan
sdm dan personalia pendidikan, hal tersebut disebabkan kareana pemerintah tidak
mempunyai perencanaan yang tepat untuk memajukan dunia pendidikanatau malah
pemerintah tidak ingin pendidikan ini maju setara dengan bangsa yang lain,
pendidikan hanya dijadikan komuditas untuk menarik simpati masyarakat agar
memilihnya dalam pilpres, pilkadal dan lain sebagainya.sehingga pendidikan kita
selalu menduduki peringkat paling wahid dari bawah antara Negara ASEAN.[2]
Permasalahan pemberdayaan sumber daya manusia dan personalia pendidikan
menurut penulis yang paling krusial adlah terletak pada pemerataan pendidik dan
tenaga pendidikan. Dimana pendidik dan tenaga kependidikan yang ada saat ini
hanya tersebar dipulau jawa, itupun mengindikasikan banyak yang tidak
berkualitas, sedang dipihak lain diluar jawa masih kekurang pendidik dan tenaga
kependidikan. Permasalahan ini nampaknya belum mendapatkan perhatian serius
dari pemerintah, sebetulnya pemerintah dalam hal ini depag dan diknas telah
memberikan iming-iming kenaikan gaji, pangkat dan perumahan namun belum
menarik.
Pelatihan bagi pendidik dan tenaga kepandidikan masih menyisakan persoalan
mulai dari diskriminasi, hanya terkesan untuk pariwisata gratis, srte
menghabiskan anggaran. Serta yang menyedihkan widyaiswara pun pengetahuannya out
of date, tentu hal ini akan mempengaruhi kinerjanya dalam memberikan
pelayanan kepada audiensya. Permasalahan yang cukup krusial yang tidak kalah
peliknya adalah soal perekrutan pendidik dan tenaga pendidikan yang tidak
berdasarkan atas kebutuhan, bagaimana akan berdasar kebutuhan kalau dalam
perekrutannya tidak memperhatik perencanaan dan analisis kebutuhan tenaga
kerja. Nomor induk tenaga kerja yang ganda, dll
Salah satu artikel Perencanaan SDM Pendidikan memberikan beberapa penawaran
dan alternative untuk sedikit mengurai permasalahan diatas, walaupun hal ini
jauh dari kesempurnaan. penulis artikel tersebut merangkum kedalam bagan di
bawah ini:
Untuk pengembangan sumber daya manusia harus dimulai dari rencana-rencana
sumber daya manusia organisasi karena rencana ini menganalisa, meramalkan atau
memprediksi dan menyebutkan kebutuhan organisasi untuk sumber daya manusia pada
saat ini dan yang akan datang, selain itu perencanaan sumber daya manusia
gerakan orang-orang dalam organisasi yang disebabkan oleh pensiun, promosi, dan
pemindahan tugas. Selain itu perencanaan sumber daya manusia menyebutkan
kapabilitas yang dibutuhkan oleh organisasi tersebut dimasa yang akan datang
guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Proses
pengembangan sumber daya manusia, rencana sumber daya manusia menyebutkan
kapabilitas para individu yang dibutuhkan lebih dahulu. Kapabilitas seperti itu tentu saja dapat mempengaruhi perencanaan sebagai
balasan. Kemampuan tertentu dapat
mempengaruhi keputusan tentang promosi dan
proses suksesi didalam organisasi tersebut. Keputusan itu mempengaruhi
dan dipengaruhi oleh keputusan penilaian atas kebutuhan pengembangan
dalam organisasi. Dua kategori perencanaan pengembangan
yang merupakan hasil dari penilaian kebutuhan ini organisasi dan individual.
Terakhir, keberhasilan proses pengembangan
harus dievaluasi dan dilakukan perubahan sesuai kebutuhan.
Pengembangan
guru dalam lembaga pendidikan secara, efektif dapat dilaksanakan melalui strategi
berikut:
1.
Membuat
desain perencenaan terhadap kebutuhan pengembangn guru
2. Membuat program pengembangan guru
3. Mengimplimentasikan program pengembangan,dan
4. Menegadakan evaluasi terhadap pengembangan guru.
Karena itu, pengembangan guru merupakan
suatu usaha kemampuan teknis, teoritis-konseptual, dan sikap guru sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan atau jabatan yang
dilakukan melalui pendidik-an dan latihan. Lebih lanjut Castetter mengemukakan bahwa, proses pengembangan sumber daya
manusia (guru) terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut.
a. Fase diagnostik adalah mendiagnosis fase
kebutuhan pengembangan berkaitan dengan
kebutuhan individu kebutuhan kelompok, dan kebutuhan organisasi. Rencana pengembangan tersebut
harus menjawab kebutuhan organisasi secara komperhensif
yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan khusus ditandai dengan pengetahuan spesifik dan keahlian
tertentu bagi individu yang memegang jabatan. Potensi yang dimiliki
menjadi bekal untuk dikembangkan dan semuanya harus diawali dengan diagnosis
untuk kepentingan rencana penembangan sumber daya manusia.
b. Fase desain adalah merancang rencana
pengembangan berdasarkan kepada:
1. masalah-masalah organisasi dan kebutuhan
program pengembangan sebagai pendahuluan,
2. mendeskripsi tujuan khusus dan seleksi tujuan khusus dan seleksi tujuan berdasarkan dampak,
3. menentukan pihak-pihak yang ikut
berpartisipasi,
4. merencanakan pengganti dengan
melakukan identifikasi dan pengembangan sebagai bagian penting.
5. menetapkan kelender untuk mencapai
tujuan,
6. merancang kebutuhan individu dan kebutuhan kelompok
dalam berbagai kegiatan,
7. merekrut peserta,
8. menyususn deskripsi waktu,
prosedur dan evaluasi, dan
9. menetapkan jadwal monitoring.
c. Fase implimentasi/operasi adalah melaksanakan program pengembangan
sesuai dengan rencana yang membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menilai
relevansi program yang dipilih dan dilaksanakan pada kesempatan tersebut, dan
melakukan koordinasi terutama dalam rangka mewujudkan tenaga profesional.
Fase
evaluasi adalah mengarahkan kegiatan evallinsi untuk
melihat kinerja administrasi dan rasional metode/teknik yang digunakan selama program
pengembangan diimplementasikan. Pada dasarnya untuk mengetahui bagaimana
implementasi pengembangan dilihat dari
jalur yang tidak menyimpang, dari yang direncanakan.
Jadi hemat penulis keempat
fase tersebut hendaknya diimplementasikan oleh pemegang jabatan (pimpinan) dengan menetukan posisi jabatan yang ditetapkan
sebagai lokasi pengembangan.
Setelah posisi jabatan
disetujui menjadi kebutuhan yang diprioritas untuk dijadikan kebijakan dalam rangka mengisi formasi
sekaligus memperoleh tenagatenaga terampil dan cakap melaksanakan tugas, maka
dianalisis kebutuhan.
Kita bisa lihat pernyataan Sebagian, yaitu
Langkah–langkah yang, perlu ditempuh untuk pengembangan sumber daya manusia
(guru) adalah :
1.
Penetuan kebutuhan,
2.
Penentuan sasaran,
3.
Penetapan
isi program
4.
Identifikasi
prinsip-prinsip belajar,
5.
Pelaksanaan
program,
6.
Identifikasi
manfaat,
BAB III
PENUTUP
1.
Perencanaan sumber daya
manusia (Human Resource Planning) merupakan salah satu fungsi dalam Manajemen
Sumberdaya manusia yang mengorientasi pada bagaimana menyusun langkah-langkah
strategi menyiapkan sumberdaya manusia (pegawai/karyawan) dalam suatu
organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan .Perencanaan
SDM sebagai; proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia
organisasi dari posisinya saat ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan
dengan menggunakan data sebagai pedoman perencanaan di masa depan .
2.
Perencanaan sumber daya
manusia awal difokuskan pada perencanaan kebutuhan sumber daya manusia di masa
depan serta cara pencapaian tujuannya dan implementasi program-program, yang
kemudian berkembang, termasuk dalam hal pengumpulan data untuk mengevaluasi
keefektifan program yang sedang berjalan dan memberikan informasi kepada
perencana bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program daat
diperlukan.
3.
Dalam pelaksanaannya,
perencanaan sumber daya manusia harusdisesuaikan dengan strategi tertentu. Hal
ini dimaksudkan untuk meminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan
kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai.
Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan
jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi
bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang
sangat cepat dan dinamis .
Daftar
Pustaka
-
T.
Tani Handoko,2001, Manajemen Personalia &Sumberdaya Manusia,
(BPFE-Yogyakarta: Yogyakarta)
-
http://juniantositorus.blogspot.com/2012/05/pengembangan-sumber-daya-manusia.html
[1]
T. Tani Handoko, Manajemen Personalia &Sumberdaya Manusia, (
Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta, 2001), hal. 64
[2]
https://stieekuitas.wordpress.com/2013/05/30/strategi-perencanaan-sdm-dilembaga-pendidikan/
di unduh Rabu 4 Februari 2015 7.03 wib
[1]
T. Tani Handoko, Manajemen Personalia &Sumberdaya Manusia, (
Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta, 2001), hal. 64
[2]
https://stieekuitas.wordpress.com/2013/05/30/strategi-perencanaan-sdm-dilembaga-pendidikan/
di unduh Rabu 4 Februari 2015 7.03 wib